• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Candi Sewu

img

Stirmobil.web.id Mudah mudahan kalian dalam keadaan sehat, Sekarang aku mau membahas informasi terbaru tentang Wisata, Sejarah, Arsitektur, Budaya. Catatan Penting Tentang Wisata, Sejarah, Arsitektur, Budaya Candi Sewu, Jangan berhenti di tengah jalan

Candi Sewu, sebuah kompleks candi Buddha yang megah, terletak tidak jauh dari Candi Prambanan yang lebih terkenal. Tepatnya, candi ini berada di Dukuh Beneran, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Meskipun namanya Sewu yang berarti seribu dalam bahasa Jawa, jumlah candi di kompleks ini tidak mencapai seribu. Nama ini kemungkinan besar merupakan kiasan untuk menggambarkan banyaknya candi yang ada pada masa lalu.

Kompleks Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dari Wangsa Syailendra. Hal ini didasarkan pada prasasti Kelurak yang ditemukan di dekat kompleks candi. Prasasti ini menyebutkan tentang pembangunan sebuah bangunan suci bernama Vajrasana Mandala, yang diidentifikasi sebagai Candi Sewu. Candi ini merupakan salah satu kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia, menunjukkan betapa pentingnya agama Buddha pada masa itu.

Arsitektur Candi Sewu sangat unik dan menarik. Candi ini terdiri dari satu candi utama yang dikelilingi oleh ratusan candi perwara (candi pendamping). Candi utama memiliki denah berbentuk segi empat dengan empat pintu masuk yang menghadap ke empat arah mata angin. Di dalam candi utama terdapat beberapa ruangan yang dihiasi dengan relief-relief indah yang menggambarkan ajaran Buddha. Candi-candi perwara memiliki ukuran yang lebih kecil dan tersebar di seluruh kompleks.

Salah satu ciri khas Candi Sewu adalah adanya arca Dvarapala yang berukuran besar di depan pintu masuk candi utama. Arca Dvarapala ini berfungsi sebagai penjaga candi dan dipercaya dapat melindungi candi dari gangguan roh jahat. Selain arca Dvarapala, di kompleks Candi Sewu juga ditemukan berbagai macam arca Buddha dan Bodhisattva yang terbuat dari batu andesit.

Sayangnya, sebagian besar candi di kompleks Candi Sewu mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gempa bumi, pelapukan alami, dan ulah manusia. Meskipun demikian, upaya restorasi dan konservasi terus dilakukan untuk melestarikan Candi Sewu sebagai warisan budaya bangsa.

Pada tanggal 13 Desember 1991, Candi Sewu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, bersama dengan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Pengakuan ini menunjukkan betapa pentingnya Candi Sewu sebagai bagian dari sejarah dan budaya Indonesia.

Mengunjungi Candi Sewu memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan mengunjungi Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Suasana di Candi Sewu terasa lebih tenang dan damai. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur candi sambil merenungkan sejarah dan budaya masa lalu.

Berikut adalah beberapa hal menarik yang dapat ditemukan di Candi Sewu:

  • Candi Utama: Candi utama merupakan bangunan terbesar dan terpenting di kompleks Candi Sewu. Di dalam candi utama terdapat beberapa ruangan yang dihiasi dengan relief-relief indah.
  • Candi Perwara: Candi perwara merupakan candi-candi pendamping yang mengelilingi candi utama. Candi-candi ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan tersebar di seluruh kompleks.
  • Arca Dvarapala: Arca Dvarapala merupakan arca penjaga candi yang berukuran besar. Arca ini terletak di depan pintu masuk candi utama.
  • Arca Buddha dan Bodhisattva: Di kompleks Candi Sewu juga ditemukan berbagai macam arca Buddha dan Bodhisattva yang terbuat dari batu andesit.
  • Relief: Relief-relief yang menghiasi dinding candi menggambarkan ajaran Buddha dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Candi Sewu bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga merupakan saksi bisu kejayaan agama Buddha di Indonesia pada masa lalu. Candi ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki sejarah dan budaya yang kaya dan beragam.

Untuk mencapai Candi Sewu, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Dari Yogyakarta, Candi Sewu dapat dicapai dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Tiket masuk ke Candi Sewu dapat dibeli di loket yang tersedia di area candi.

Saat mengunjungi Candi Sewu, pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan candi. Pengunjung juga diharapkan untuk menghormati nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalam candi.

Candi Sewu adalah destinasi wisata yang ideal bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Indonesia. Candi ini menawarkan pengalaman yang unik dan tak terlupakan bagi para pengunjungnya.

Selain Candi Sewu, di sekitar Prambanan juga terdapat beberapa candi lain yang menarik untuk dikunjungi, seperti Candi Plaosan, Candi Sojiwan, dan Candi Lumbung. Dengan mengunjungi candi-candi ini, pengunjung dapat memperluas pengetahuan mereka tentang sejarah dan budaya Indonesia.

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengembangkan Candi Sewu sebagai destinasi wisata yang unggul. Berbagai fasilitas dan infrastruktur terus ditingkatkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengunjung.

Candi Sewu adalah permata tersembunyi di Jawa Tengah yang menunggu untuk dijelajahi. Dengan keindahan arsitektur, sejarah yang kaya, dan suasana yang tenang, Candi Sewu menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Sejarah Singkat Candi Sewu:

Candi Sewu, yang juga dikenal sebagai Manjusrigrha, adalah kompleks candi Buddha yang berasal dari abad ke-8. Dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dari Wangsa Syailendra, candi ini merupakan salah satu kompleks candi Buddha terbesar setelah Borobudur. Nama Sewu yang berarti seribu, kemungkinan besar merupakan hiperbola untuk menggambarkan banyaknya candi di kompleks ini.

Arsitektur yang Memukau:

Kompleks Candi Sewu terdiri dari candi utama yang dikelilingi oleh ratusan candi perwara. Candi utama memiliki denah segi empat dengan empat pintu masuk yang menghadap ke arah mata angin. Di dalamnya, terdapat ruangan-ruangan yang dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan ajaran Buddha. Candi-candi perwara yang lebih kecil tersebar di seluruh kompleks, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.

Relief dan Arca yang Bernilai Seni Tinggi:

Dinding-dinding candi dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan berbagai adegan dari ajaran Buddha, seperti Jataka dan Awadana. Selain itu, di kompleks Candi Sewu juga ditemukan berbagai arca Buddha dan Bodhisattva yang terbuat dari batu andesit. Arca-arca ini menunjukkan keahlian para pemahat pada masa itu.

Upaya Konservasi dan Restorasi:

Seiring berjalannya waktu, Candi Sewu mengalami kerusakan akibat gempa bumi, pelapukan alami, dan aktivitas manusia. Namun, upaya konservasi dan restorasi terus dilakukan untuk melestarikan warisan budaya ini. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memulihkan Candi Sewu ke kejayaannya semula.

Candi Sewu sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO:

Pada tahun 1991, Candi Sewu ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, bersama dengan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Pengakuan ini menunjukkan betapa pentingnya Candi Sewu sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Mengunjungi Candi Sewu:

Mengunjungi Candi Sewu adalah pengalaman yang tak terlupakan. Pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur candi, mempelajari sejarah dan budaya masa lalu, serta merasakan ketenangan dan kedamaian di lingkungan candi.

Tips untuk Mengunjungi Candi Sewu:

  • Kenakan pakaian yang sopan dan nyaman.
  • Bawa topi atau payung untuk melindungi diri dari sinar matahari.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan-jalan di sekitar kompleks candi.
  • Bawa air minum untuk menghindari dehidrasi.
  • Hormati nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalam candi.

Candi Sewu: Lebih dari Sekadar Candi:

Candi Sewu bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga merupakan simbol kejayaan agama Buddha di Indonesia pada masa lalu. Candi ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki sejarah dan budaya yang kaya dan beragam. Dengan mengunjungi Candi Sewu, kita dapat belajar tentang masa lalu dan menghargai warisan budaya yang telah diwariskan kepada kita.

Candi Sewu adalah destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang tertarik dengan sejarah, budaya, dan seni.

Tabel Informasi Candi Sewu:

Informasi Deskripsi
Nama Candi Sewu (Manjusrigrha)
Lokasi Dukuh Beneran, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Periode Pembangunan Abad ke-8 Masehi
Dinasti Wangsa Syailendra
Agama Buddha
Status Situs Warisan Dunia UNESCO (1991)

Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat tentang Candi Sewu. Selamat berkunjung!

Terima kasih telah mengikuti pembahasan candi sewu dalam wisata, sejarah, arsitektur, budaya ini Terima kasih telah membaca hingga bagian akhir selalu bergerak maju dan jaga kesehatan lingkungan. Jangan ragu untuk membagikan ini ke sahabat-sahabatmu. jangan ragu untuk membaca artikel lain di bawah ini.

Special Ads
© Copyright 2024 - StirMobil - Update Berita Terkini dan Terbaru
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads